di samping menunjukkan betapa eratnya kaitan antara syariat dan akal, buku ini juga mengkaji segala sesuatu yang berhubungan penting dengannya
Ketahuilah, manusia tidak diciptakan secara main-main atau sembarangan. Ia diciptakan dengan sebaik-baiknya dan demi tujuan yang mulia. Meski bukan bagian dari Yang Kekal, ia hidup selamanya; meski jasadnya rapuh dan membumi, ruhnya mulia dan bers sifat ilahi. Melalui tempaan zuhud, ia sucikkan dirinya dari nafsu jasmani dan mencapai tingkatan tertinggi, tidak menjadi budak nafsu, dan meraih si…