MERANTAU KE DELI
Buku ini secara garis besar bercerita mengenai rumah tangga dengan adat yang berbeda. Poniem yang berasal dari jawa sedangkan Leman dari minang. Di awal pernikahan mereka saling bahu-membahu membangun rumah tangga. Setelah 10 tahun kemudian rumah tangga itu mulai retak. Konfik cerita dimulai ketika Leman menikah lagi. Sebagai lelaki minang, Leman ditekan oleh keluarga supaya mengawini seorag gadis yang sederajat untuk meneruskan adat dan budayanya. Semakin lama Leman termakan bujuk rayu keluarganya di kampung halaman dan menerima untuk menikah kembali dengan gadis minang. Leman bersumpah kepada Poniem tidak akan mengabaikannya dan selalu menjaga perasaannya sebagai istri pertama. “Demi Allah! ke atas biarlah kanda tak berpucuk, ke bawah tak berurat, kalau sekiranya engkau kusia-siakan” (Hamka, 1977: 89). Namun janji tinggalah janji. Istri muda Leman lebih pandai berdandan dan merebut perhatian Leman agar lebih mencintainya. Pertengkaranpun mulai terjadi. Perdagangan Leman yang selama ini dibantu Poniem pun hendak dikuasainya. Awalnya Leman merasa serba salah namun lama-kalamaan Leman berpihak kepada istri mudanya.
Tidak tersedia versi lain