PERBANDINGAN PENDAPAT LAMA DAN BARU SYAFI'I
Imam Asy-Syafi'i -rahimahullah- sebagai seorang manusia biasa, terkadang benar dan terkadang keliru dalam berpendapat tentang fikih, terlebih lagi beliau menggabungkan dua madrasah yaitu riwayat dan dirayah, serta mempertemukan berbagai macam kelompok kajian dan diskusi di Makkah, Irak serta Mesir. rnPerubahan waktu, tempat dan tokoh, telah menyebabkan dalil-dalil yang sampai kepada beliau di satu negeri tidak sama dengan yang beliau terima di negeri yang lain. semua itu lalu menjadi pertimbangan bagi beliau dalam berpendapat dan berfatwa. Jadi, tidak heran bila sesudah itu muncul dua pendapat, yaitu pendapat lama dan pendapat baru, atau pendapat-pendapat lain dalam suatu masalah. rnDalam proposal thesis Perbandingan Pendapat Lama dan Pendapat Baru Imam Asy-Syafi'i ini, penulis menghimpun pendapat-pendapat Imam Asy-Syafi'i, baik yang baru maupun yang lama melalui kitab Minhaj Ath-Thalibin, serta melakukan kajian komparatif terhadap madzhab-madzhab fikih yang masyhur dalam koridor dalil-dalil syar'i, sehingga bisa diperoleh kejelasan dan memilah antara pendapat yang kuat dan yang lemah.
Tidak tersedia versi lain